Jembatan Nyaris Ambruk di Tanggamus : Pelajar Pertaruhkan Nyawa, Pemprov–Pemkab Bergerak

M. Taufuqllah, ST., MT., Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung. (Foto : istimewa)

LAMPUNG, PAMUNGKASINDONESIA.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung akhirnya turun tangan menangani kerusakan jembatan gantung di Pekon Tampang Muda, Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus, yang viral di media sosial. Video yang memperlihatkan pelajar meniti jembatan rapuh dengan kondisi membahayakan nyawa memantik reaksi publik, termasuk perhatian Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menyebut Gubernur langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk berkoordinasi cepat dengan Pemkab Tanggamus.

“Pak Gubernur menaruh perhatian serius terhadap kondisi ini. Beliau ingin ada gotong royong antar pemerintah agar solusi bisa segera dihadirkan,” kata Taufiq, Jumat (29/8/2025).

Pemprov juga mengapresiasi langkah cepat Dinas PUPR Tanggamus yang sudah meninjau lokasi dan menyiapkan pembangunan jembatan sementara.

“Pemkab Tanggamus sudah bergerak. Pemprov siap memperkuat koordinasi, baik dalam perencanaan teknis maupun alternatif pendanaan,” jelasnya.

Menurut Taufiq, perhatian Gubernur berangkat dari komitmennya terhadap akses pendidikan, terutama di wilayah pelosok.

“Bagi Pak Gubernur, anak-anak harus sekolah dengan aman. Beliau tidak ingin akses pendidikan terhambat hanya karena keterbatasan infrastruktur,” tegasnya.

Taruhan Nyawa di Jembatan Gantung Tampang Muda

Jembatan gantung yang dibangun tahun 2011 itu kini rusak parah besi patah, papan hilang, hingga tali pengikat kendor. Kondisinya membuat setiap langkah pelajar menjadi taruhan nyawa.

Jika tak nekat menyeberang, warga harus menempuh jalur memutar yang jauh, melawan arus sungai, atau menyusuri pesisir pantai yang licin dan berbahaya. Akibatnya, pelajar kesulitan berangkat sekolah, sementara petani kewalahan mengangkut hasil panen.

Data yang dihimpun menunjukkan lebih dari 330 pelajar SMPN 2 dan SMAN 1 Pematangsawa sangat bergantung pada jembatan tersebut. Selain itu, jembatan gantung Tampang Muda juga menjadi jalur vital yang menghubungkan Pekon Tampang Muda, Tampang Tua, Martanda, Kaurgading, Tirom, Way Asahan, hingga Karang Brak.

BACA JUGA:  Tak Lama Menyandang Status Sebagai Pj. Gubernur Lampung, Samsudin Bikin Gebrakan Soal Kotabaru dan Waydadi

Sejak akses terputus, warga kehilangan jalan cepat menuju sekolah dan fasilitas kesehatan. Padahal wilayah ini masuk kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), di mana akses darat sangat terbatas. Untuk menuju Kotaagung, pusat ekonomi Tanggamus, warga harus menempuh perjalanan laut hingga lima jam.

“Jembatan ini nyawa kami. Penghubung sekolah dan jalan membawa hasil pertanian. Kami berharap pemerintah segera membangunnya kembali,” ujar Akhyar (65), warga Pekon Tampang Muda, saat di temui awak media pada kamis (28/8/2025).

PUPR Tanggamus Siapkan Jembatan Darurat

Kepala Dinas PUPR Tanggamus, Riswanda, menyebut pihaknya sudah meninjau lokasi melalui jalur laut karena akses darat sulit ditembus.

“Kami sedang mengukur ulang kerusakan dan menyiapkan rencana jembatan sementara,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan jembatan permanen baru bisa dialokasikan pada 2026. Untuk solusi cepat, Pemkab tengah mengajukan dukungan dana CSR dari perusahaan.

“Target kami, jembatan darurat segera bisa dibangun demi keselamatan warga, khususnya anak sekolah,” tegasnya. (Tim)

Sumber : Tim Group Media Trans Berita Sarana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *