Lampung, pamungkasindonesia.id – Peristiwa tragis terjadi di kediaman pengusaha sekaligus pemilik Pulau Tegal Mas, Thomas Riska, pada Sabtu (29/3/2025) sekitar pukul 00.30 WIB. Seorang penjaga rumah tewas akibat dibacok oleh orang tak dikenal (OTK). Kejadian ini diduga kuat bermotif dendam, bukan perampokan maupun tindakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa dugaan pelaku mengalami gangguan jiwa atau bertujuan merampok tidak masuk akal.
“Kalau perampokan, tidak mungkin pelaku beraksi sendirian dan tanpa penutup wajah. Ini lebih mengarah pada motif dendam,” ujarnya saat menghubungi group media Trans Sarana Berita (Trabas) Selasa (2/4/2025) malam.
Menurut sumber tersebut, pelaku memilih melakukan aksinya di kediaman Thomas Riska, namun saat kejadian, Thomas sedang berada di Jakarta. Di rumah hanya ada istri dan anaknya. Istri Thomas sempat keluar pascakejadian, tetapi kemudian disarankan untuk tetap di dalam kamar dan menguncinya. Pelaku juga sempat menggedor-gedor rumah dan mencoba masuk secara paksa, tetapi gagal.
Salah satu saksi bahkan berlari ke rumah Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, untuk meminta bantuan karena di sana terdapat banyak penjaga,” ucapnya
Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Yuni Iswandari mengatakan pelaku sudah ditangkap dan masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Polda Lampung. Pelaku ditembak karena melawan petugas.
“Benar, peristiwa penyerangan itu terjadi dini hari tadi, di mana ada satu korban meninggal dunia akibat diserang menggunakan senjata tajam,” tutur Kombes Yuni.
“Pelaku juga berhasil diamankan, saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit karena diberikan tindakan tegas terukur (tembak). Pelaku ini melawan dengan berupa menyerang petugas menggunakan senjata tajam,” lanjutnya
Sebelumnya diberitakan bahwa rumah Thomas Riska yang berlokasi di Jalan Nusa Indah Nomor 28, Kelurahan Rawalaut, Kecamatan Enggal, Bandar Lampung, didatangi OTK yang tiba-tiba melakukan aksi pembacokan secara brutal.
Korban bernama Aop Sofiani (70), penjaga rumah, meninggal dunia setelah mengalami luka bacok pada leher dan kepala.
Selain itu, seorang anggota keluarga Thomas bernama Dafa juga mengalami luka di tangan kanan akibat sabetan parang pelaku dan saat ini tengah dirawat di rumah sakit.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, turun langsung untuk menemui Dafa dan menanyakan kronologi kejadian.
Berdasarkan keterangan Dafa, peristiwa ini bermula saat ia dan temannya, Raja, baru pulang setelah mengantarkan keluarga Raja menggunakan mobil Ford Mustang.
Saat di perjalanan, mereka menyadari ada seorang pengendara motor matic Honda Beat yang terus mengikuti mereka. Awalnya, mereka mengira pengendara tersebut hanya tertarik melihat mobil yang mereka kendarai.
“Di lampu merah Chandra Super Market Rawa Laut, dia berhenti di sebelah kami dan terus memperhatikan. Saya pikir dia hanya tertarik dengan mobil Mustang,” ujar Dafa.
Namun, kecurigaan muncul ketika pengendara tersebut tetap mengikuti mereka meskipun telah belok ke arah yang berbeda. “Kami belok kiri, awalnya berpikir dia akan belok kanan, tapi ternyata tetap mengikuti. Kami sempat berhenti di perempatan Nusa Indah, dan dia juga berhenti,” jelasnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif di balik pembacokan brutal ini. Dugaan sementara mengarah pada motif dendam, namun aparat masih mengumpulkan bukti untuk memastikan latar belakang kejadian tragis ini. (Tim)
















