Wagub Lampung Terima Penghargaan Lencana Karya Bakti Pramuka Pada HUT Pramuka Ke-65 Tahun 2026

Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela Chalim, MM memberikan salam penghormatan kepada Menpora RI selaku Mabinas Gerakan Pramuka, Dr. (HC) Erick Thohir, BA, MBA dan Kakwarnas Gerakan Pramuka Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso. (Foto : istimewa)

JAKARTA, PAMUNGKASINDONESIA.ID – Peringatan Hari Pramuka Ke-65 dan Pembukaan Jambore Nasional Ke-XII tahun 2026 di Lapangan Utama Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Pramuka, Cibubur, Jakarta Timur, Jum’at (14/8/2026) petang, menjadi momen istimewa bagi Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela Chalim, MM, karena ia menerima penghargaan Lencana Karya Bakti Pramuka.

Penyematan penghargaan kepada Kak Jihan Nurlela selaku Ketua Kwartir Daerah (Kakwarda) Gerakan Pramuka Lampung bersama sejumlah penerima lainnya dilakukan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia selaku unsur Majelis Pembimbing Nasional (Mabinas) Gerakan Pramuka, Kak Erick Thohir, didampingi oleh Ketua Kwartir Nasional (Kakwarnas) Gerakan Pramuka, Kak Budi Waseso.

Pemberian Lencana Karya Bakti tersebut berdasarkan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 110 Tahun 2026 tentang Pemberian Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka, tertanggal 7 Agustus 2026. Keputusan tersebut ditandatangani Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Kak Budi Waseso.

Lencana Karya Bakti Pramuka tersebut merupakan tanda penghargaan yang diberikan kepada anggota Gerakan Pramuka yang dengan keikhlasan, pengorbanan, disiplin dan keberaniannya telah terlibat langsung dan aktif dalam upaya penanggulangan bencana yang merupakan bencana nasional, sehingga bermanfaat bagi kepramukaan, masyarakat, bangsa dan negara. Sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi dan pengabdian dalam mendukung gerakan kepramukaan serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela Chalim, MM sedang memasangkan Lencana Karya Bhakti Pramuka disaksikan Menpora RI selaku Mabinas Gerakan Pramuka, Dr. (HC) Erick Thohir, BA, MBA dan Kakwarnas Gerakan Pramuka Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso. (Foto ; Capture YouTube Kwarnas)

Dalam laporannya Ketua Kwartir Nasional (Kakwarnas) Gerakan Pramuka Komjen Pol (Purn) Drs. H. Budi Waseso menyampaikan, 65 tahun perjalanan Gerakan Pramuka adalah sebuah perjalanan yang cukup panjang dengan dipenuhi pengabdian, karya, keteladanan, dan dedikasi dalam membentuk generasi muda Indonesia yang beriman, bertakwa, berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki rasa cinta tanah air yang kokoh dan kuat.

Lebih lanjut Buwas menuturkan, dari generasi ke generasi Gerakan Pramuka telah melahirkan pemimpin, para pendidik, ilmuwan, aparatur negara, tokoh masyarakat, wira usahawan, relawan kemanusiaan, hingga berbagai profesi lainnya yang telah mengabdikan kemampuannya yang terbaik untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

BACA JUGA:  Ketua KPU RI Resmi Masuk Adat Lampung Abung Siwo Migo

Hari Pramuka Ke-65 dan Jambore Nasional Ke-XII tahun 2026 mengusung tema “Berkreasi, berinovasi, terampil, dan mandiri untuk mendukung swasembada pangan”.

Menurut mantan Kabareskrim Polri tersebut, tema ini merupakan wujud komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung astacita kedua Presiden tentang swasembada pangan, sebagai penguatan dan ketahanan pangan nasional.

“Kami membangun swasembada pangan bukan semata persoalan produksi, namun didalamnya terdapat pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengolahan sumber daya serta kesiapan generasi muda untuk mengenal dan ikut menyelesaikan persoalan nyata di lingkungannya,” ujar Buwas yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional dalam laporannya.

Sementara itu Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dr. (HC). Erick Thohir, BA, MBA, membacakan amanat Presiden Prabowo Subianto mengatakan, Indonesia membutuhkan anak-anak muda yang patriotik, cinta kepada bangsa dan negaranya, yang gigih, tidak mudah menyerah menghadapi kesulitan, yang berempati, peduli kepada sesama, dan mau membantu ketika orang lain membutuhkan.

“Inilah karakter generasi muda Indonesia yang harus dibangun dan telah di formulasikan dalam desain besar karakter pemuda Indonesia yang disusun Kemenpora,” ujar Erick Thohir.

Menurut Menpora, karakter tidak terbentuk dalam satu hari dan tidak cukup hanya melalui pelajaran di dalam kelas. Karakter dibentuk melalui latihan, pengalaman, keteladanan, dan lingkungan yang baik.

“Karena itu, pembinaan kepramukaan harus menjadi perhatian kita bersama. Pembinaan ini dibebankan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Science, dan dan Teknologi. Karena pembentukan generasi muda kita berlangsung sejak mereka berada di bangku sekolah sampai perguruan tinggi.

Erick Thohir juga menerangkan, nilai-nilai pramuka tidak merubah disiplin, gotong royong dan kepedulian kepada sesama. Itu semua tetap harus dipegang.

BACA JUGA:  Maraknya Kasus Penculikan Anak, Ini Kata Kadis PPPA Lampung

“Kini zaman sudah berubah, karena itu Pramuka juga harus berkembang dan semakin dekat dengan kehidupan anak-anak muda Indonesia,” tuturnya. (Bay/yhs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *