Lewat Coretan Papan Tulis Gubernur Lampung

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, menjelaskan secara rinci kepada wartawan yang mewakili Ikatan Jurnalis Pemprov Lampung, bagaimana alokasi APBD digunakan, bagaimana pendapatan daerah diperoleh, hingga penyebab terjadinya defisit anggaran di ruang kerja, Senin (19/1/2026). (Foto : istimewa)

LAMPUNG, PAMUNGKASINDONESIA.ID – Sebuah momen tak biasa terjadi di Ruang Kerja Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Senin (19/1/2026). Sekitar pukul 14.00 WIB, wartawan yang mewakili Ikatan Jurnalis Pemprov Lampung diterima langsung oleh Gubernur yang didampingi jajaran pejabat eselon II.

Saat rombongan wartawan memasuki ruangan, Gubernur Rahmat telah berada di meja rapat yang biasa digunakan untuk menerima tamu. Turut hadir Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan, Kepala Bappeda Anang Risgiyanto, Kepala Bapenda Slamet Riadi, Plt. Kepala BPKAD Nurul Fajri, serta Kepala Dinas Kominfotik Ganjar Jationo.

Namun, ada pemandangan menarik dalam pertemuan tersebut. Tidak seperti biasanya yang berlangsung santai, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal tiba-tiba meminta stafnya menyiapkan spidol dan kalkulator.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, menjelaskan secara rinci kepada wartawan yang mewakili Ikatan Jurnalis Pemprov Lampung, bagaimana alokasi APBD digunakan, bagaimana pendapatan daerah diperoleh, hingga penyebab terjadinya defisit anggaran di ruang kerja, Senin (19/1/2026). (Foto : istimewa)

Ia kemudian berdiri di depan papan tulis dan mulai menorehkan angka-angka seperti seorang dosen yang sedang mengajar.

Dengan sangat rinci, Gubernur menjelaskan bagaimana alokasi APBD digunakan, bagaimana pendapatan daerah diperoleh, hingga penyebab terjadinya defisit anggaran. Satu per satu angka ia tuliskan sambil memberikan penjelasan layaknya pelajaran matematika.

Wartawan yang hadir tampak serius memperhatikan setiap penjelasan. Mereka bahkan diminta ikut menghitung angka-angka di papan tulis saat Gubernur menguraikan konsep dan capaian program Desaku Maju, program prioritas untuk menekan kemiskinan di Lampung.

Diskusi berlangsung intens hingga sekitar empat jam. Setelah sempat melaksanakan salat Ashar berjamaah di mushola kantor gubernur, pertemuan akhirnya selesai menjelang pukul 17.50 WIB.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, menjelaskan secara rinci kepada wartawan yang mewakili Ikatan Jurnalis Pemprov Lampung, bagaimana alokasi APBD digunakan, bagaimana pendapatan daerah diperoleh, hingga penyebab terjadinya defisit anggaran di ruang kerja, Senin (19/1/2026). (Foto : istimewa)

Saya merasa kagum. Baru kali ini melihat langsung seorang pemimpin daerah yang begitu telaten, detail, dan menguasai data pembangunan Lampung dari aspek kemiskinan, kesejahteraan petani, hingga struktur APBD.

Beliau hafal betul angka demi angka. Penjelasan di papan tulis membuat kami semakin memahami kondisi Lampung dan arah pembangunan yang sedang dikerjakan.

BACA JUGA:  Mahasiswa UIM Sabet Runner-Up Kejurnas Tinju Bhayangkara Boxing Clash 2025

Pertemuan tersebut meninggalkan kesan berbeda karena Gubernur Rahmat tidak hanya berbicara, tetapi benar-benar mengajarkan kondisi Lampung kepada para jurnalis dengan cara sederhana namun mendalam. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *