LAMPUNG, PAMUNGKASINDONESIA.ID – Pemerintah Provinsi Lampung resmi memulai pembangunan Sekolah Rakyat di tiga titik strategis sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin. Program besar yang digulirkan Pemerintah Pusat dan ditindaklanjuti daerah ini disebut sebagai terobosan penting dalam memastikan tidak ada anak Lampung yang tertinggal karena masalah ekonomi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak, khususnya dari keluarga kurang mampu.
“Sekolah Rakyat adalah afirmasi bagi anak-anak dari desil satu dan dua—mereka yang benar-benar kesulitan melanjutkan pendidikan karena faktor ekonomi. Negara wajib hadir. Pemprov Lampung memastikan tidak ada anak yang putus sekolah karena tidak mampu,” kata Thomas, Senin (12/1/2026).
Thomas Amirico menuturkan bahwa Sekolah Rakyat Lampung 2026 akan menyasar masyarakat miskin dan sangat miskin di seluruh kabupaten/kota dengan pendekatan pendidikan inklusif.
“Ini adalah program pemerintah pusat yang dijalankan pemerintah daerah. Tujuannya memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga dari kelompok ekonomi terbawah,” tegasnya.
Program Sekolah Rakyat juga sejalan dengan komitmen Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam mendorong pemerataan pendidikan dan pengentasan kemiskinan ekstrem.
“Sebenarnya telah lebih dahulu menjalankan program ini pada Tahun Ajaran 2025 dengan memanfaatkan fasilitas BPSDM Lampung di Hajimena, Kecamatan Natar, Lampung Selatan,” tutur dia
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Aswarodi mmenambahkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat sudah dimulai sejak 15 Desember 2025, dengan total anggaran mencapai Rp670 miliar di tiga titik lokasi dan masing-masing mendapat anggaran Rp220 Miliar.
Ke tiga titik pembangunan tersebut meliputi: Kabupaten Lampung Timur: Tamasari, Pekalongan, Probolinggo. Kabupaten Lampung Selatan: Penengahan (Pusat Agrobisnis). Dan kabupaten Lampung Selatan: Desa Purwotani, Kecamatan Jati Agung.
“Masing-masing lokasi mendapatkan alokasi lahan seluas 10 hektare untuk pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat,” ujar Aswarodi.
Diketahui, pemerintah pusat melalui Presiden Prabowo Subianto telah meluncurkan Program Sekolah Rakyat Nasional 2026 di SRI 9 Banjar Baru, Kalimantan Selatan. Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dan Kepala Dinas Sosial Aswarodi turut hadir dalam agenda nasional tersebut. (Bay)
















