Alief Chandra Reses di Sumberejo: Alsintan, Infrastruktur dan BPJS Jadi Topik Utama

Anggota DPRD Tanggamus Fraksi Gerindra Alief Chandra, SH, foto bersama warga masyarakat Kecamatan Sumberejo pada kegiatan Reses I Masa Sidang I Tahun 2025 di daerah pemilihan (Dapil) III Tanggamus, Pekon Argopeni Kecamatan Sumberejo Tanggamus pada jum'at (5/12/2025). (Foto : Humas Fraksi Gerindra Tanggamus)

LAMPUNG, PAMUNGKASINDONESIA.ID – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanggamus, Alief Chandra menggelar kegiatan reses I masa sidang I Tahun 2025 di daerah pemilihan (Dapil) III Tanggamus, Pekon Argopeni, Kecamatan Sumberejo pada jum’at (5/12/2025).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Staf DPC Partai Gerindra Anuwllah Firdaus, Kepala Pekon Argopeni Trisuwanto, Sekdes Argopeni dan para kadus, tokoh pemuda serta warga masyarakat Kecamatan Sumberejo.

Alief Chandra mengaku jika dirinya dalam kesempatan tersebut mendapatkan banyak aspirasi terkait bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan), irigasi, jalan rusak, air bersih, BPJS kesehatan dan maraknya kasus pencurian.

“Alhamdulillah, reses kali ini berjalan lancar. Saya mendapatkan banyak aspirasi dari masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan Whatssapp pada sabtu (6/12/2025) sore.

Ia mengatakan, masyarakat berharap mendapat program bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan).

“Bantuan alsintan ini untuk mendukung produktivitas pertanian, sehingga hasil pertanian melimpah,” jelasnya.

Selain bantuan alsintan, para petani juga berharap perbaikan saluran irigasi di sejumlah area persawahan yang mengancam produktivitas pertanian.

“Memasuki musim hujan, petani di sumberejo mengaku khawatir terhadap derasnya arus air yang sering merusak lahan pertanian,” ujarnya.

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Tanggamus tersebut menambahkan, bahwa saluran irigasi sangat dibutuhkan karena sawah-sawah yang ada di Sumberejo sangat bergantung pada air untuk bisa panen yang maksimal dan juga sawah-sawah tersebut menjadi tumpuan ekonomi masyarakat setempat.

“Banyak juga masyarakat mengadukan kondisi kerusakan jalan. Baik jalan utama, jalan kabupaten, maupun jalan lingkungan yang tak pernah diperbaiki,” tuturnya.

Anggota DPRD Tanggamus Fraksi Gerindra, Alief Chandra, SH, menyampaikan arahan pada kegiatan Reses I Masa Sidang I Tahun 2025 di daerah pemilihan (Dapil) III Tanggamus, Pekon Argopeni Kecamatan Sumberejo Tanggamus pada jum’at (5/12/2025). (Foto : Humas Fraksi Gerindra Tanggamus)

Selain itu, masyarakat juga mengusulkan ketersediannya air bersih yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat setempat.

“Saat musim kemarau banyak warga mengalami kesulitan air. Oleh karena itu mereka berharap ada perhatian dari pemerintah untuk pembangunan sumur bor,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Tinjau Lokasi Terdampak Banjir di Ambarawa, Pj Bupati Pringsewu Serahkan Bantuan

Dalam pertemuan tersebut, BPJS menjadi salah satu isu yang banyak dikeluhkan warga. Keluhan muncul mulai dari mekanisme pelayanan BPJS Kesehatan di rumah sakit, persoalan BPJS tidak aktif hingga kebijakan rumah sakit yang dinilai membingungkan warga.

“Masih banyak warga yang belum memahami bagaimana sistem BPJS bekerja. Saya jelaskan terkait hak dan kewajiban peserta, termasuk prosedur ketika masuk rumah sakit. Banyak kasus peserta tidak aktif, namun sebenarnya bisa saja diaktifkan oleh pemerintah daerah melalui program yang dibiayai APBD provinsi maupun kabupaten,” beber politikus muda tersebut.

Alief Chandra menambahkan, di setiap rumah sakit kini telah ditempatkan tim Unit Reaksi Cepat (URC) BPJS Kesehatan. Petugas ini bertugas mengurus keaktifan peserta, terutama bagi warga yang berhak mendapat BPJS gratis. Ketika ada pasien BPJS tidak aktif, tim URC akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan provinsi maupun kabupaten untuk memastikan peserta dapat segera mendapatkan layanan.

Terkait keluhan mengapa rumah sakit terkadang membatasi lama perawatan, Alief Chandra menjelaskan bahwa hal itu berkaitan dengan sistem paket biaya yang berlaku.

“Misalnya penyakit tipes dikenakan biaya paket sebesar tiga juta rupiah. Mau pasien dirawat dua hari atau enam hari, biaya paketnya tetap sama. Hal inilah yang kadang memengaruhi kebijakan rumah sakit,” jelasnya.

Ia berharap ke depan tidak ada lagi warga yang kesulitan mengakses layanan kesehatan.

Selain itu, masyarakat juga menyampaikan keresahan warga saat ini meningkat seiring dengan maraknya kasus pencurian, mulai dari pencurian ternak (curnak), kendaraan bermotor (curanmor), hingga upaya pembobolan rumah warga.

Kader muda partai besutan Prabowo Subianto tersebut merespons keresahan warga. Menurutnya, situasi ini menuntut kehadiran dan langkah cepat aparat pekon dan seluruh masyarakat agar kembali mengaktifkan kegiatan Ronda Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di wilayah masing-masing.

BACA JUGA:  Nasib Mahasiswa Melakukan Suab Tunggu Koordinasi Dengan Disdikbudristek
Antusias warga masyarakat Sumberejo mendengarkan arahan dan penyampaian dari anggota DPRD Tanggamus Fraksi Gerindra, Alief Chandra, SH, pada kegiatan Reses I Masa Sidang I Tahun 2025 di daerah pemilihan (Dapil) III Tanggamus, Pekon Argopeni Kecamatan Sumberejo Tanggamus pada jum’at (5/12/2025). (Foto : Humas Fraksi Gerindra Tanggamus)

“Hal ini sangat penting sebagai langkah preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” tuturnya.

Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan sangat dibutuhkan, terlebih dengan meningkatnya dinamika sosial dan potensi gangguan keamanan di sejumlah wilayah.

“Siskamling adalah bentuk kearifan lokal yang terbukti efektif menjaga keamanan lingkungan. Kami mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali kegiatan ronda malam atau patroli lingkungan sebagai wujud gotong royong dan kepedulian bersama,” ujarnya.

Selain menghimbau masyarakat, Alief Chandra juga meminta kepada Pemerintah Daerah Tanggamus agar memberikan dukungan penuh terhadap upaya pengaktifan kembali Siskamling, baik melalui penyediaan sarana prasarana maupun pembinaan kepada warga.

“Kami mendorong Pemda untuk turut serta memberikan fasilitasi dan dukungan, seperti bantuan alat komunikasi, penerangan, hingga pelatihan keamanan lingkungan. Kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah akan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif,” tambahnya.

Ia berharap inisiatif ini dapat menggerakkan kesadaran kolektif masyarakat dan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan sosial di tingkat lokal.

Ia pun berkomitmen akan membawa berbagai aspirasi masyarakat dari dapil III ke fraksinya untuk disampaikan kepada instansi dan pihak terkait.

“Berbagai aspirasi ini tentunya akan saya perjuangkan pada dinas terkait, sehingga bisa terealisasi,” tutupnya. (Jef/imo/yhs/bdh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *