Isu Pergantian Kapolri, Nama Dedi Prasetyo dan Suyudi Ario Seto Menguat

(Foto : istimewa)

JAKARTA, PAMUNGKASINDONESIA.ID – Dinamika internal Polri kembali mencuat setelah isu pergantian Kapolri berhembus kencang di kalangan elite politik maupun institusi kepolisian. Dua nama yang disebut kuat masuk bursa adalah Komjen Dedi Prasetyo dan Komjen Suyudi Ario Seto.

Informasi yang beredar, Dedi Prasetyo digadang-gadang bakal naik menjadi Kapolri, sementara Suyudi Ario Seto disebut-sebut menempati posisi Wakapolri. Kendati demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Presiden maupun DPR terkait Surat Presiden (Surpres) pengajuan calon Kapolri baru.

Komjen Dedi Prasetyo, pria kelahiran Madiun, 26 Juli 1968, saat ini menjabat sebagai Wakapolri. Ia dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang reserse, kehumasan, dan pernah menduduki jabatan strategis mulai dari Kadiv Humas, Kapolda, hingga Irwasum Polri.

Sementara itu, Komjen Suyudi Ario Seto, kelahiran Jakarta, 14 Juli 1973, baru saja dipercaya Presiden menjadi Kepala BNN pada 25 Agustus lalu. Kariernya banyak dihabiskan di bidang reserse, termasuk penanganan kasus kriminal besar di Polda Metro Jaya dan sempat menjabat Kapolda Banten.

Keduanya sama-sama dikenal sebagai perwira tinggi dengan rekam jejak mumpuni. Berdasarkan LHKPN, kekayaan Dedi tercatat sekitar Rp11,17 miliar, sedangkan Suyudi sekitar Rp9,81 miliar.

Meski spekulasi terus bergulir, DPR menegaskan hingga saat ini belum menerima Surpres dari Presiden Prabowo Subianto terkait calon Kapolri. Hal senada juga disampaikan sejumlah pejabat di Istana yang menyebut proses masih dalam tahap kajian.

“Kalau Surpres sudah masuk, tentu DPR akan segera menjadwalkan uji kepatutan dan kelayakan. Sampai sekarang belum ada,” ujar seorang anggota DPR yang enggan disebutkan namanya.

Di internal Polri, isu ini membuat suasana hangat. Sejumlah perwira menilai, siapa pun yang ditunjuk Presiden harus mampu menjaga soliditas, memperkuat agenda reformasi Polri, dan meningkatkan kepercayaan publik.

BACA JUGA:  PWI Pusat Gelar Bakti Sosial HPN 2026 di Banten, Bagikan 2.300 Paket Sembako

“Yang paling penting adalah kesinambungan kepemimpinan, jangan sampai ada kegaduhan. Publik butuh kepastian hukum dan pelayanan yang lebih baik,” ujar salah satu sumber internal di Mabes Polri.

Dengan masa jabatan Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang akan berakhir, publik kini menunggu sikap Presiden Prabowo Subianto dalam menentukan arah kepemimpinan Polri ke depan. Apakah Dedi Prasetyo atau Suyudi Ario Seto yang akan dipercaya, atau justru muncul nama lain sebagai kejutan politik. (*)

Sumber group Trans Berita Sarana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *