Jutaan Rekening Penerima Bansos Di Blokir PPATK, Total Saldo Capai Rp 2 Triliun

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana memberikan paparan saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/6/2024). (Foto : istimewa)

JAKARTA, PAMUNGKASINDONESIA.ID – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan sejumlah aliran janggal setelah melakukan pengecekan terhadap data rekening penerima bantuan sosial. Kepala PPATK Ivan Yustiavanda mengatakan pihaknya telah memblokir jutaan rekening penerima bantuan sosial yang diduga tidak tepat sasaran.

Dikutip dari majalah Tempo, menurut Ivan nilai saldo yang diblokir dari jutaan rekening itu mencapai Rp 2 triliun lebih.

”Itu hanya dari satu perbankan saja yang kami bekukan, datanya akan berkembang jika kami sudah selesai dengan beberapa bank BUMN (Badan Usaha Milik Negara) lainnya,” kata Ivan pada jumat (4/7/2025).

Ivan mengatakan masih terdapat tiga bank himbara lain yang data penerima bansosnya tengah diproses oleh PPATK. Sehingga, jumlah rekening yang diblokir serta nilai saldonya

Dia menuturkan jutaan rekening yang diblokir itu diduga tidak layak menerima bantuan sosial karena menampung saldo yang jumlahnya besar hingga jutaan rupiah. PPATK juga menemukan rekening-rekening yang telah tidak aktif lebih dari lima tahun tetapi tetap menerima bantuan sosial.

Menurut dia, rekening bansos yang tidak dipergunakan dalam waktu yang lama artinya bukan penerima yang membutuhkan uang dengan segera sehingga tidak layak menerima bantuan.

”Kemudian, kami juga menemukan rekening yang menggunakan dana bansos untuk judi online,” kata dia.

Adapun, PPATK digandeng oleh Kementerian Sosial untuk memastikan penyaluran bantuan sosial berjalan tepat sasaran. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang kerap disapa Gus Ipul, menyebut kerja sama dengan PPATK perlu dilakukan agar bansos benar-benar diterima oleh mereka yang berhak.

Dalam kunjungannya ke kantor PPATK pada Jumat, 4 Juli 2025, Gus Ipul menyampaikan pihaknya telah menyerahkan data penerima bansos kepada PPATK untuk dianalisis. Ia berharap hasil analisis itu dapat dijadikan acuan dalam memperbaiki sistem penyaluran ke depan.

BACA JUGA:  Mendagri Berikan Penghargaan Provinsi, Kota dan Kabupaten Dengan Realisasi APBD Tertinggi Tahun 2021

”Kami mohon bantuan PPATK untuk melakukan semacam analisis terhadap rekening seluruh penerima bansos. Ini penting agar bansos tidak salah sasaran,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya pada Jumat (4/7/2025).

Gus Ipul ingin dalam proses penyaluran bansos, data yang dimiliki Kemensos terbuka dan bisa diuji secara independen. Ia menyebut telah menyampaikan kepada PPATK berbagai persoalan yang selama ini menghambat penyaluran bansos. Ia juga berharap lembaga tersebut dapat menindaklanjutinya.

Dalam pertemuan itu, PPATK menemukan sejumlah rekening penerima bansos yang tergolong dormant, yakni hanya menerima transfer tanpa ada aktivitas transaksi lainnya.

“Temuan ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi kementeriannya untuk memperbaiki akurasi data penerima,” kata Gus Ipul. (Jef/imo/yhs/bdh)

Penulis: RedaksiEditor: Yuherlan Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *