Terimakasih Pak Gubernur Lampung, Raditya Bisa Sekolah Lagi

Raditya Jalaludin Akbar Calon Siswa Sekolah Rakyat (SR) Provinsi Lampung berasal dari Pekon Srimanganten Kecamatan Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus Lampung. (Foto : Awak Media Group Trans Berita Sarana/Jef)

LAMPUNG, PAMUNGKASINDONESIA.ID – Program Sekolah Rakyat yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi kabar baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Lampung. Lewat program pendidikan gratis itu, mereka punya harapan dan peluang untuk bisa mewujudkan cita-citanya.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, sekolah rakyat menjadi harapan baru bagi ribuan anak Indonesia sebagai jalan keluar dari kemiskinan menuju masa depan yang lebih cerah.

Raditya Jalaludin Akbar adalah salah satu dari 4 siswa dari keluarga kurang mampu yang berasal dari Kabupaten Tanggamus. Ia sudah dapat dipastikan akan melanjutkan pendidikan jenjang SMA di Sekolah Rakyat yang ada di Provinsi Lampung.

Kepastian tersebut didapat setelah Pemerintah Provinsi Lampung secara resmi mengumumkan 75 Calon Siswa Sekolah Rakyat (SR) melalui Surat Keputusan Gubernur Lampung yang ditanda tangani Pj. Sekdaprov Lampung Muhammad Firsada tertanggal 11 Juni 2025, Nomor G/393/TV.07/HK/2025 Tentang Penetapan Calon Peserta Didik Sekolah Rakyat Provinsi Lampung tahun ajaran 2025/2026.

Perkasih Muslim dan Atikah Hayatin Kedua orang tua dari Raditya Jalaludin Akbar. (Foto : Awak Media Group Trans Berita Sarana/Jef)

Raditya Jalaludin Akbar anak dari pasangan Perkasih Muslim dan Atikah Hayatin warga Pekon Srimanganten Kec. Pulau Panggung Kab. Tanggamus Lampung. Ia adalah anak pertama dari 3 bersaudara.

Selama ini, Raditya bersama keluarganya tinggal di rumah sangat sederhana dengan dinding kayu, berlantai semen dan atap seng. Rumah tersebut didirikan di atas lahan atau tanah milik orang lain  (menumpang) dengan berukuran 6 meter x 9 meter. Ia tinggal didaerah cukup jauh dan terpencil, dimana akses jalan yang dilalui menaiki pegunungan yang cukup terjal dan curam.

Raditya bersama keluarganya memilih bertahan untuk mendirikan rumah di tanah milik orang lain bukan tanpa sebab. Dikarenakan sang ayah yang bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan tak menentu dan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Mereka tak punya cukup uang untuk membeli tanah untuk hunian yang layak, sekalipun hanya sebidang bangunan.

BACA JUGA:  Pemkab Pringsewu Susun Program 4 Pilar Kebijakan Pembangunan di Banyumas

Pendamping SDM PKH Kecamatan Pulau Panggung Suko Handarto menuturkan jika Perkasih Muslim ayah dari Raditya mempunyai tanggungan dua anak yang masih duduk di bangku SD, sementara dia bekerja sebagai buruh harian lepas.

Kondisi rumah Raditya Jalaludin Akbar beserta keluarganya. (Foto : Awak Media Group Trans Berita Sarana/Jef)

”Jangankan memikirkan biaya sekolah untuk anak-anaknya dan membeli bangunan, untuk makan sehari-hari saja keluarga Perkasih Muslim masih sangat kekurangan,” ujarnya pada awak media Group Trans Berita Sarana, rabu (25/6/2025).

Pak Perkasih awalnya sedih dan ragu karena tidak mampu membantu anaknya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA. Namun, beberapa waktu yang lalu kami tenaga pendamping dari Dinas Sosial datang menawarkan anaknya untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat.

”Disaat kami melakukan Ground Checking Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk melakukan keakuratan dan validasi data salah satu warga di pekon dampingan kami, kami menemukan warga dampingan kami yang anaknya punya keinginan sekolah tetapi keluarga tidak mampu. Selanjutnya kami tawarkan untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat,” ungkapnya.

Suko pun menambahkan bahwa melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat dan tinggal di asrama bagi Raditya jauh lebih baik dari pada putus sekolah.

”Kami sebagai pendamping SDM PKH sangat bersyukur karena Raditya dipastikan bisa melanjutkan pendidikan SMA di Sekolah Rakyat. Dia dapat sekolah gratis dan bisa tinggal di asrama yang lebih layak. Makan dan minum juga gratis,” tuturnya.

Sementara itu Raditya Jalaludin Akbar mengaku senang bisa melanjutkan sekolah sampai jenjang SMA. Bahkan, remaja itu punya mimpi untuk bisa melanjutkan pendidikan di jenjang perguruan tinggi dan mewujudkan cita-citanya.

Kekurangan ekonomi menjadi alasan kuat Raditya ingin mewujudkan cita-citanya dan mempunyai masa depan yang lebih baik serta meningkatkan taraf perekonomian keluarganya.

BACA JUGA:  Lampung Torehkan Prestasi Nasional: Provinsi Pertama Rampungkan Musyawarah Koperasi Merah Putih

”Saya pengin sekolah setinggi-tingginya dan punya masa depan yang lebih cerah untuk mengangkat derajat keluarga,” ujarnya.

 Atikah Hayatin ibunda Raditya mengatakan, semula ia dan suaminya sedih dan ragu apakah mampu membiayai pendidikan anaknya sampai jenjang SMA. Tawaran melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat ia nilai sebagai jalan terbaik bagi Raditya.

”Walaupun dia harus tinggal di asrama demi mendapat pendidikan yang lebih baik, kami sebagai keluarga sangat mendukung,” tuturnya. (Jef/imo/yhs/bdh)

Penulis: RedaksiEditor: Yuherlan Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *