Lampung, pamungkasindonesia.id – Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung bergerak cepat menangani longsornya gorong-gorong di ruas jalan Gunung Sugih–Padang Ratu, tepatnya di KM 19, Desa Bumi Aji, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah.
Kejadian tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir, yang menyebabkan struktur gorong-gorong tergerus dan membahayakan arus lalu lintas di jalur penghubung utama tersebut.
Kepala Dinas BMBK Lampung, M. Taufiqullah, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi bersama aparat desa dan warga untuk meninjau kondisi serta mengambil langkah darurat.
“Jalan masih bisa dilewati kendaraan kecil dengan pengawasan warga. Tapi kendaraan berat seperti truk untuk sementara kami hentikan total,” kata Taufiqullah, Senin (21/4/2025).
Untuk menghindari risiko lebih besar, BMBK akan memasang rambu larangan kendaraan berat di pertigaan Negeri Aji Tuha sebagai titik informasi jalur alternatif.
Taufiqullah juga menyebutkan, penanganan sementara tengah dilakukan dengan melibatkan kontraktor karena ruas tersebut berada dalam kontrak aktif.
“Targetnya satu hingga dua hari ke depan kendaraan besar bisa lewat lagi,” ujarnya.
Langkah cepat ini, lanjut dia, merupakan bagian dari arahan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dalam merespons cepat kejadian darurat guna menjaga keselamatan dan mobilitas warga.
Untuk penanganan jangka panjang, BMBK akan membangun kembali gorong-gorong dengan sistem u-ditch (saluran beton pracetak) yang dinilai lebih kuat dan tahan lama, menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia.
“Ke depan kami juga akan memaksimalkan fungsi drainase di berbagai ruas jalan provinsi agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya. (*)
















