LAMPUNG, PAMUNGKASINDONESIA.ID – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melaksanakan Salat Idul Fitri 1446 Hijriah bersama ribuan warga serta 58 dinas dan instansi pemerintah Provinsi Lampung di Lapangan Enggal, Bandar Lampung, Senin (31/3/2025).
Salat Idul Fitri kali ini menjadi yang pertama bagi Gubernur Mirza sejak dilantik pada 20 Februari 2025. Ia berbaur dengan masyarakat di lapangan terbuka, mencerminkan semangat kebersamaan dan keterbukaan antara pemerintah provinsi dan masyarakat.
Salat Idul Fitri dipimpin oleh khatib Prof. Dr. H. Wan Jamaludin, M.Ag., Ph.D., yang juga Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung. Sementara itu, H. Achmad Asiri dari Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Darut Tilawah bertindak sebagai imam, dan Sofyan Hadi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung menjadi bilal.
Dalam sambutannya, Gubernur Mirza mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah kepada seluruh masyarakat Lampung.
”Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Lampung, saya mengucapkan Selamat Idul Fitri 1446 Hijriah. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita insan yang lebih baik. Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Taqabbal Ya Karim,” ujar Gubernur Mirza.
Ia juga menegaskan bahwa Ramadan telah menjadi ajang pembelajaran dan penggemblengan diri melalui ibadah puasa serta berbagai amal saleh lainnya.
”Idul Fitri yang kita jalani dalam kebersamaan dan ukhuwah ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerukunan dan cinta kemanusiaan,” katanya.
Secara umum, perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah di Lampung berlangsung dalam suasana kondusif dan stabil. Gubernur Mirza mengungkapkan rasa syukur atas terjaganya keamanan serta stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan hingga Idul Fitri.
”Saya sangat mengapresiasi kerja keras aparat keamanan dalam menjaga ketertiban dan keamanan. Berkat upaya mereka, masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan khidmat,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya stabilitas harga bahan pokok sebagai faktor utama dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama selama perayaan Idul Fitri. Menurutnya, kestabilan ekonomi ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah, pelaku pasar, dan masyarakat.
Usai pelaksanaan Salat Idul Fitri, masyarakat tampak antusias bersalaman dan berbincang dengan Gubernur Mirza, yang menyambut mereka dengan hangat.
Sebagai bagian dari tradisi tahunan, Gubernur Mirza juga menggelar open house di rumah dinas Mahan Agung. Acara ini menjadi ajang silaturahmi bagi masyarakat dan pejabat pemerintah untuk saling bermaafan serta mempererat kebersamaan dalam suasana Idul Fitri yang penuh kegembiraan. (Bay)
















