Gajah Liar Rusak 7 Rumah Warga di Lampung Barat, TNBBS Ingatkan Bahaya Pemukiman Ilegal di Jalur Satwa

Satwa liar merusak pemukiman warga di TNBBS. Foto ist

LAMPUNG, PAMUNGKASINDONESIA.ID- Kawanan gajah liar kembali mengamuk dan merusak tujuh rumah warga di Dusun Peninjauan, Pekon Bumi Hantatai, Kecamatan Bandar Negeri Suoh, Kabupaten Lampung Barat, Sabtu (8/4/2025) sore. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 18.00 WIB dan menjadi insiden kesekian kalinya yang terjadi di wilayah tersebut.

Pemukiman warga yang terdampak berada di kawasan penyangga Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), yang merupakan jalur lintasan alami gajah dan satwa liar lainnya.

Menurut Ridwan Maulana, aktivis Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (GERMASI), konflik ini mencerminkan tumpang tindih antara kebutuhan ruang manusia dan habitat satwa liar.

“Pemukiman yang berdiri di jalur lintasan gajah menandakan adanya pelanggaran terhadap peruntukan ruang di kawasan konservasi. Secara hukum, pembangunan di dalam kawasan TNBBS tanpa izin adalah ilegal,” kata Ridwan melalui pesan WhatsApp, Kamis malam (10/4/2025).

Ia menambahkan, insiden ini menjadi peringatan bahwa kehadiran manusia di kawasan konservasi tanpa izin dapat mengancam keselamatan baik manusia maupun satwa. “Gajah tidak bisa disalahkan. Mereka hanya mengikuti jalur turun-temurun dalam ekosistemnya,” tegasnya.

Ridwan menyerukan agar pemerintah daerah, Balai TNBBS, dan aparat penegak hukum segera memverifikasi status legalitas pemukiman warga di kawasan tersebut. Jika terbukti ilegal, relokasi secara manusiawi perlu segera dilakukan demi menjaga keseimbangan ekologis dan keselamatan warga.

“Melindungi gajah bukan hanya tugas negara, tetapi tanggung jawab bersama demi warisan lingkungan hidup bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Kepala Resort TNBBS Suoh, Zulki, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, sebanyak 18 ekor gajah liar memasuki area permukiman dan merusak tempat istirahat petani.

“Material rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu menyebabkan kerusakan cukup parah,” ujarnya, Rabu (9/4/2025).

BACA JUGA:  Dukungan Makin Kuat, Mantan Wagub Lampung Bachtiar Basri Jadi Ketua Tim Pemenangan Mirza-Jihan

Zulki menjelaskan, pihaknya telah turun ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan dan memastikan penanganan lebih lanjut. Meski tidak ada korban jiwa, kerusakan properti warga cukup signifikan.

“Kawanan gajah ini bukan pertama kali masuk ke permukiman. Sebelumnya mereka juga sempat mengamuk di lokasi lain,” tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi, Zulki mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak berkebun sendirian, terutama di area yang rawan konflik satwa.

“Kami juga akan terus berkoordinasi dengan Balai Besar TNBBS untuk mengantisipasi kejadian serupa ke depan. Kami harap masyarakat segera melapor jika melihat tanda-tanda keberadaan gajah liar,” pungkasnya. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *