Dampak Pandemi Covid-19, STPDN Angkatan 11 Yogyakarta Bantu Pasutri Difabel di Bantul

“Kaum difabel termasuk golongan masyarakat marjinal yang nyaris belum tersentuh bantuan sosial sejak pandemi covid- 19 melanda negara kita sejak awal tahun 2020 yang lalu. 

PAMUNGKAS INDONESIA. ID, YOGYAKARTA – Pandemi covid-19 yang berkepanjangan telah berdampak besar bagi banyak kalangan masyarakat di Indonesia, tak terkecuali kaum difabel yang ada di Yogyakarta.

Ketua Paguyuban Purna Praja STPDN Angkatan 11 Yogyakarta, Muhammad Zulazmi mengatakan kaum difabel termasuk golongan masyarakat marjinal yang nyaris belum tersentuh bantuan sosial sejak pandemi covid- 19 melanda negara kita sejak awal tahun 2020 yang lalu. Padahal mereka banyak kehilangan sumber mata pencaharian akibat pandemi covid-19.

“Kondisi ini memunculkan keprihatinan berbagai pihak untuk bisa memberikan bantuan kepada kaum difabel, seperti yang dilakukan anggota Ikatan Keluarga Purna Praja STPDN Angkatan 11 Daerah Istimewa Yogyakarta, ” kata Zulazmi didampingi Muh. Yunan N Sekretaris, Jumat (12/11/2021).

Menurutnya, melalui aksi paguyuban yang beranggotakan sekitar 17 orang dan bertugas di berbagai instansi pemerintahan di lingkungan Pemprop DIY dan 5 pemkab/kota se-DIY ini berupaya membantu meringankan beban hidup pasangan suami istri (pasutri) difabel penyandang tunanetra atas nama Teguh Widodo yang tinggal di dusun Jomblang RT 01, Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul.

Memberi bantuan kepada difabel penyandang tunanetra yang tinggal di dusun Jomblang RT 01, Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul.

“Pasutri difabel dan tergolong tidak mampu secara ekonomi yang berprofesi sebagai tukang pijat tersebut mendapat bantuan senilai total Rp. 15 juta berupa bantuan fisik pembangunan sumur, kamar mandi dan wc, serta paket sembako berupa beras, mie instan, gula pasir, teh, minyak goreng, telur, sarden dan paket APD berupa masker dan faceshields, “terangnya

Kami teman-teman menyadari bahwa membantu sesama untuk mengatasi persoalan dampak pandemic Covid-19 merupakan tugas dan tanggungjawab bersama.

“Oleh karena itu melalui paguyuban ini, kami merasa terpanggil untuk melakukan aksi bhakti sosial, ” ucap dia

Zulaszmi mengharapkan dengan aksi kecil tadi dapat meringankan beban kaum difabel yang terdampak covid-19, serta memotivasi komponen masyarakat lainnya untuk tergerak melakukan aksi bhakti sosial serupa, sehingga akan semakin banyak lagi unsur masyarakat yang terbantu, “tambah dia. (Red/PI)

BACA JUGA:  Seminar Nasional Pamungkas, Beny Suharsono: Pentingnya Kolaborasi dalam Pemerintahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *