Gubernur Lampung Umumkan 75 Orang Calon Siswa SR, Empat Siswa Berasal Dari Tanggamus

Arpin Azhari salah satu calon siswa Sekolah Rakyat berasal dari Pekon Unggak Kecamatan Kelumbayan Kabupaten Tanggamus. (Foto : Tim SDM PKH Tanggamus)

LAMPUNG, PAMUNGKASINDONESIA.ID – Provinsi Lampung merupakan salah satu daerah yang menyatakan komitmen penuh dan keseriusan untuk melaksanakan program kerja Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat upaya pemutusan rantai kemiskinan melalui program Sekolah Rakyat dibawah naungan Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Melalui pidato-pidato yang disampaikan oleh Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa kehadiran sekolah rakyat menjadi langkah awal penyelenggaraan sekolah berasrama untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Penjaringan calon siswa sekolah rakyat difokuskan kepada anak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial dan atau anak masyarakat tidak mampu.

Penjaringan dilakukan melalui Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) KPM PKH dan penerima bansos lainnya yang rutin digelar setiap bulan dan difasilitasi oleh pendamping sosial.

Dalam forum ini, para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diperkenalkan dengan program Sekolah Rakyat oleh pendamping sosial, selanjutnya pendamping sosial mendata anak-anak yang akan lulus SMP, dan melakukan pendekatan langsung ke rumah mereka.

Kondisi tempat tinggal Arpin Azhari bersama keluarga di Pekon Unggak Kec. Kelumbayan Kab. Tanggamus. (Foto : Tim SDM PKH Tanggamus)

Setelah melakukan pendekatan lansung dan mengusulkan maka calon siswa tersebut langsung diwawancarai oleh tim dari dari kementrian sosial bersama dinas sosial provinsi dan dinas sosial kabupaten serta koordinator PKH Kabupaten.

Sekolah Rakyat dirancang dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Modelnya adalah pendidikan berasrama 24 jam yang menggabungkan pembelajaran formal, penguatan karakter, hingga orientasi dan matrikulasi.

Calon siswa wajib lolos verifikasi administratif berbasis DTSEN dan masuk dalam desil 1 atau 2. Tidak ada tes akademik.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, sekolah rakyat menjadi harapan baru bagi ribuan anak Indonesia sebagai jalan keluar dari kemiskinan menuju masa depan yang lebih cerah.

Pemerintah Provinsi Lampung secara resmi mengumumkan Calon Siswa Sekolah Rakyat (SR) melalui Surat Keputusan Gubernur Lampung yang ditanda tangani Pj. Sekdaprov Lampung Muhammad Firsada tertanggal 11 Juni 2025, Nomor G/393/TV.07/HK/2025 Tentang Penetapan Calon Peserta Didik Sekolah Rakyat Provinsi Lampung tahun ajaran 2025/2026.

BACA JUGA:  Gerebek Judi Sabung Ayam Kapolsek Di Way Kanan Tewas Tertembak

Sebanyak 75 orang Calon Siswa Sekolah Rakyat Provinsi Lampung yang dinyatakan lulus, empat orang diantaranya berasal dari Kabupaten Tanggamus, yaitu Adit Firnando berasal dari Pekon Sukamara Kec. Bulok, Deni Satria berasal dari Pekon Sukamara Kec. Bulok, Arpin Azhari berasal dari Pekon Unggak Kec. Kelumbayan dan Raditya Jalaludin Akbar berasal dari Pekon Srimenganten Kec. Pulau Panggung.

Awak media melakukan penelusuran ke salah satu dari empat calon siswa tersebut yaitu Arpin Azhari anak dari pasangan wahyudin dan khobariyah warga pekon unggak kecamatan kelumbayan kabupaten Tanggamus.

Arpin Azhari tercatat dalam desil 1 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Ia tinggal bersama keluarga di rumah sangat sederhana di daerahnya dengan akses jalan yang cukup curam dan terjal yaitu pedukuhan pegunungan lebung sari pekon unggak. Rumah tersebut berdinding kayu berlantai semen kasar dan sebagian lantai tanah yang hanya dilapisi karpet.

Ditengah tekanan ekonomi keluarga dan keterbatasan fasilitas didaerah terisolir, namun  tidak menurunkan semangatnya untuk belajar dan semangat melanjutkan pendidikan tetap menyala. Ia ingin tetap menuntut ilmu dan siap menyambut masa depan yang cerah dengan cara bersekolah.

Arpin Azhari menuturkan setelah lulus dari Sekolah Rakyat, ia ingin jadi orang yang lebih baik, bisa membantu mengubah nasib keluarga yang lebih baik lagi, meningkatkan derajat orang tua dan keluarga.

”Terima kasih Pak Prabowo, terima kasih kementrian sosial,” ucapnya dengan tegas. (Jef/imo/yhs/bdh)

Penulis: RedaksiEditor: Yuherlan Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *