Warga Kotaagung Keluhkan Air PDAM Keruh, Bau Amis dan Banyak Hewan Airnya

Kondisi air PDAM yang dikeluhkan warga Kotaagung keruh dan berlumpur. (Foto: Erlando)

LAMPUNG, PAMUNGKASINDONESIA.ID – Sejumlah warga di Kecamatan Kotaagung yang menjadi pelanggan PDAM mengeluhkan kualitas air bersih Perumda Air Minum (PDAM) Way Agung Kabupaten Tanggamus yang dinilai semakin menurun karena kondisi air keruh dan bau amis bahkan ada lintah serta hewan lainnya.

Warga menilai, kondisi air seperti itu tidak layak digunakan untuk kebutuhan memasak maupun mencuci pakaian.

Erlando salah seorang pelanggan di Pekon Kota Batu Kecamatan Kotaagung, mengaku air PDAM yang mengalir ke rumahnya kerap berbau amis, bahkan terkadang banyak lintah dan keong kecil-kecil.

Ia mengaku persoalan ini bukan baru terjadi, melainkan sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu tanpa penanganan serius dari pihak PDAM. Kalau kondisi air yang keruh baru hari ini terjadi.

“Harusnya PDAM tanggap agar pelanggan dapat menikmati layanan air bersih yang layak untuk digunakan kebutuhan rumah tangga,” ungkapnya kepada awak media, selasa (21/7/2026).

Ia menyebutkan, air yang bau amis dan banyak lintah serta hewan lainnya mengalir ke rumahnya tersebut hampir setiap hari seperti itu.

“Karena khawatir akan kesehatan kami sekeluarga, Tandon penampung air harus saya kuras seminggu sekali karena banyak lumut dan tanah yang mengendap serta banyak lintah dan keong,” ujarnya.

Ia menuturkan jika istrinya terpaksa mengunakan air PDAM hanya untuk mencuci piring. Sedangkan untuk memasak nasi, ia memilih menggunakan air galon karena khawatir kualitas air tidak layak dikonsumsi.

“Kalau untuk masak istri saya pakai air galon. Air PDAM hanya dipakai untuk mencuci piring saja,” tuturnya.

Erlan mengaku meskipun pelayanan belum maksimal, ia tetap rutin membayar tagihan air sekitar Rp46 ribu per bulannya.

“Intinya untuk diminum dan masak itu tidak layak,” tutupnya.

BACA JUGA:  Debat Kedua, Inilah Visi dan misi Cagub dan Cawagub Lampung Arjuno dan Mirza-Jihan

Keluhan serupa juga disampaikan Joko, Ia mengatakan, air PDAM di rumahnya sering keruh dan bau amis serta banyak hewannya. Kondisi itu membuat air tidak bisa digunakan untuk mencuci pakaian maupun memasak.

“Pernah dipakai istri saya untuk mencuci pakaian, hasilnya malah pakaian menguning. Sekarang kalau mencuci istri saya ke sungai,” katanya.

Sementara itu Wawan warga lainnya mengatakan air PDAM di rumahnya juga keruh, bau amis, berlumut dan sering banyak hewannya. Kondisi tersebut sudah dirasakan sejak beberapa bulan terakhir.

Meskipun air di rumahnya selalu mengalir malam setiap harinya. Namun untuk dipakai seperti mencuci dan memasak tidak bisa. Dan harus membeli air galon setiap harinya.

“Air memang mengalir pada malam setiap harinya, tapi bau amis dan berlumut. Kadang juga ada hewan-hewan kecil,” ujarnya.

Ia mengaku tetap membayar tagihan air setiap bulannya, meski kualitas air yang diterima belum sesuai harapan.

“Untuk Pengelola PDAM Way Agung Kabupaten Tanggamus segera memperbaiki kualitas pelayanan pendistribusian air, sehingga layak dan dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” harapnya.

Sebelumnya, Warga Kecamatan Kotaagung dihebohkan dengan informasi dugaan pencurian meteran air milik pelanggan PDAM Way Agung. Peristiwa tersebut disebut terjadi di beberapa pekon yang ada di Kecamatan Kotaagung, hingga menyebabkan air meluber dan membanjiri jalan sekitar.

Informasi itu beredar di lingkungan warga Pekon Kedamaian dan Dusun Bayur Pekon Terbaya. Dalam pesan yang diterima warga, disebutkan bahwa meteran PDAM diduga dicuri oleh orang tidak bertanggung jawab.

“Infonya didepan rumah salah satu warga pekon kedamaian meterannya ada yang mencuri, jadinya air banjir ke jalan,” demikian informasi yang beredar di lingkungan warga.

Sementara itu Plt. Direktur PDAM Way Agung Tanggamus Ali Yasmir saat dikirimkan Video kondisi air yang keruh Via WhatsApp pada selasa (21/7/2026) malam, Ia pun membalas pesan tersebut dan dengan tegas menulis.

BACA JUGA:  Pj Bupati Pringsewu Pimpin Rapat Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)

“Itu yg selama ini di keluhkan ….itulah yg perlu kita benahi yg selama ini ..belum ada solusinya …pasti itu akibat hujan semalam sampai tadi pagi …ini masuk di opser pasi saya karna saya baru …nanti akan kita bahas dulu dengan Pemerintah Daerah ….tadi saya juga udah bahas itu trims,” tulisnya melalui balasan pesan WhatsApp.

Kemudian awak media mencoba menghubunginya Via Telpon akan tetapi tidak diangkat meskipun dalam keadaan berdering.

Sementara itu Anggota Komisi II DPRD Tanggamus, Alief Chandra dari Fraksi Partai Gerindra, mendesak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk segera meningkatkan kualitas layanan air bersih bagi masyarakat.

Alief Chandra menyoroti banyaknya keluhan warga terkait kualitas air PDAM yang tidak layak konsumsi. Ia menegaskan bahwa air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang wajib dipenuhi dengan baik oleh penyedia layanan.

“Kami menerima banyak aduan dari warga mengenai kondisi air PDAM. Kualitas air harus menjadi prioritas utama. Masyarakat membayar untuk layanan ini, dan mereka berhak memperoleh air bersih yang sehat dan jernih,” tegas Chandra sapaan akrabnya saat dikonfirmasi pada selasa (21/7/2026) malam.

Politisi Gerindra tersebut meminta manajemen PDAM Way Agung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengolahan dan distribusi air. Menurutnya, peningkatan infrastruktur, perawatan rutin pada instalasi pengolahan air (IPA), serta penerapan standar baku mutu air perlu segera diperkuat.

“Harus dan Wajib dilakukan Evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan pelayanan PDAM. Jika memang sistem dan pelayanannya sudah baik dan bagus tidak perlu di otak atik lagi. Karena pengelolaan PDAM ini memang harus orang yang betul-betul memahami dan mengerti,” tegasnya.

Chandra juga menuturkan akan menyampaikan permasalahan ini ke Komisinya supaya melakukan pengawasan ketat terhadap kinerja PDAM.

BACA JUGA:  Sekdaprov Lampung Marindo Sampaikan Kepedulian

“Kami berharap PDAM tidak hanya fokus meningkatkan jumlah pelanggan, tetapi juga menjamin kualitas air. Kami meminta PDAM bersikap transparan terkait upaya perbaikan yang sedang dilakukan,” tegasnya.

Alief Chandra berharap peningkatan layanan dapat segera direalisasikan agar keluhan masyarakat mengenai kualitas air bersih tidak terus berulang. (Yhs/Bdh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *