Banten  

Mendagri Tito Karnavian Meninjau Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak

Mendagri M. Tito Karnavian didampingi sejumlah menteri beserta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Agus Subiyanto saat meninjau kesiapan pelayanan arus mudik lebaran 2026 di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Jumat (13/3/2026). (Foto : istimewa)

BANTEN, PAMUNGKASINDONESIA.ID – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meninjau langsung kesiapan pelayanan arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Jumat (13/3/2026).

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan seluruh layanan penyeberangan menuju Pelabuhan Bakauheni berjalan optimal menghadapi lonjakan pemudik.

Dalam peninjauan tersebut, Tito didampingi sejumlah menteri, antara lain Menko PMK Pratikno, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi. Hadir pula Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Agus Subiyanto, serta pejabat terkait lainnya.

Rombongan meninjau berbagai fasilitas, termasuk area pelayanan penumpang, kesiapan kapal feri, hingga ruang tunggu yang akan digunakan calon pemudik. Tito juga sempat berdialog dengan sejumlah penumpang untuk mengetahui tujuan perjalanan serta memastikan kenyamanan mereka.

Pelabuhan Merak menjadi salah satu titik paling krusial dalam mobilitas pemudik dari Pulau Jawa menuju Sumatera setiap musim Lebaran. Karena itu, pemerintah melakukan pengecekan detail terhadap sarana dan prasarana untuk mengantisipasi peningkatan volume penumpang.

Usai peninjauan lapangan, Tito bersama para menteri menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Arus Mudik Lebaran 2026 di Dermaga Eksekutif Pelabuhan ASDP Merak.

Dalam keterangannya kepada media, Menko PMK Pratikno mengatakan, pemerintah menargetkan pelaksanaan mudik tahun ini dapat berjalan aman, lancar, nyaman, dan selamat.

“Kami baru saja menyelenggarakan rakor dan peninjauan di Pelabuhan Merak. Targetnya tentu saja adalah agar mudik ini aman, lancar, nyaman, dan selamat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, arus mudik diperkirakan mulai terjadi sekitar 18 Maret 2026, sementara arus balik diprediksi berlangsung pada 29 Maret 2026. Meski demikian, pemerintah berharap pergerakan pemudik dapat tersebar di beberapa hari agar tidak menumpuk pada waktu tertentu. Terlebih rentang waktu mudik tahun ini relatif panjang karena adanya akhir pekan, kebijakan flexible working arrangement bagi ASN, cuti bersama, serta berdekatan dengan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri.

BACA JUGA:  Ketua DPRD Mesuji Didampingi Sekwan Melakukan Audensi Dengan Direktur Politeknik Keuangan Negara STAN

“Oleh karena itu, dengan rentang yang panjang ini, kami mengharapkan ada distribusi mudik tidak tertumpuk di hari tertentu,” ungkapnya.

Pratikno menambahkan, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan telah melakukan berbagai persiapan, termasuk menghadirkan sejumlah inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan mudik. Tahun sebelumnya, tingkat kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan mudik dinilai sangat tinggi dan diharapkan dapat meningkat pada tahun ini.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam mengantisipasi berbagai potensi kendala, termasuk faktor cuaca. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta untuk terus bersinergi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Ini adalah kerja kita bersama supaya mudik dan arus balik nanti berjalan dengan aman, nyaman, lancar, dan selamat,” tuturnya. (Bay/Yhs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *