Kader Posyandu Merupakan Salah Satu Aktor Penting di Balik Keberhasilan Program MBG Di Pekon Kota Batu

Samyani, Ketua Posyandu ILP Alamanda Pekon Kota Batu didampingi kader Posyandu (Purniati dan Tiara) saat menyerahkan Makan Bergizi Gratis ke salah satu penerima manfaat pada senin (26/1/2026). (Foto : Robian/Erlando)

LAMPUNG, PAMUNGKASINDONESIA.ID – Rutin setiap pagi, di Posyandu ILP Alamanda Pekon Kota Batu, Kecamatan Kotagung, Kabupaten Tanggamus, pembagian makanan bergizi gratis berlangsung tertib, sederhana, namun penuh kehangatan.

Tidak ada spanduk besar yang terlihat hanyalah antrian tertib para ibu dan kader posyandu yang tengah mencocokkan nama serta wadah makanan yang berpindah tangan.

Berbicara tentang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang tak lengkap tanpa menyinggung peran pos pelayanan terpadu atau posyandu.

Kader posyandu memegang peran sebagai penghubung antara SPPG dan penerima manfaat yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Mereka mengenal warganya, memahami kondisi lapangan, dan menjadi penjaga terakhir agar paket makanan tepat sasaran.

Para ibu-ibu datang silih berganti, ada yang membawa balita, ada pula yang melenggang bersama teman-temanya.

Kader Posyandu ILP Alamanda Pekon Kota Batu saat mencocokan daftar nama penerima manfaat sebelum menyerahkan Makan Bergizi Gratis pada senin (26/1/2026). (Foto : Robian/Erlando)

Mereka mengantri rapi untuk menerima makanan bergizi yang masih hangat tersebut. Dalam kesederhanaan ruang dan fasilitas, para kader melayani dengan sepenuh hati.

Ketua Kader Posyandu ILP Alamanda Pekon Kota Batu, Samyani mengatakan jumlah penerima manfaat di Posyandu ILP Alamanda Pekon Kota Batu sebanyak 212 penerima manfaat, terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Ia pun menuturkan jika warga sangat antusias dan percaya akan ke hygienisan serta kelayakan makanan MBG yang dibagikan karena yang menyerahkan itu orang yang mereka kenal. Sehingga tidak menimbulkan keraguan atas ketidak layakan MBG tersebut, baik dari jumlah porsi dan menunya.

“Yang paling penting bukan banyaknya makanan yang dikirim, tapi apakah benar sampai ke yang membutuhkan,” ujarnya, senin (26/1/2026).

Sementara itu Dewi salah satu penerima manfaat mengatakan jika kader posyandu di mata penerima manfaat menjadi mata, telinga dan kepanjangan tangan program MBG di tingkat pekon. Baginya, kehadiran kader membuat Program MBG lebih dari sekadar bantuan.

BACA JUGA:  Kenaikan Inflasi, Buruh Minta Pj. Gubernur Lampung Menaikkan UMP dan UMK 2025 Sebesar 7,8%

“Rasanya ini bukan cuma dikasih makanan, tapi diperhatikan dan diperhitungkan,” jelas Dewi yang selalu membawa balitanya untuk menerima makanan bergizi tersebut.

Relasi yang tercipta inilah yang membuat proses distribusi berjalan dengan nuansa kekeluargaan. Para kader posyandu pun menyesuaikan waktu pendistribusian dengan jadwal pemeriksaan kesehatan rutin, dan selalu mengoordinasikan penerimaan makanan ke dapur MBG, sekaligus menyampaikan berbagai masukan bila ada kendala di lapangan.

Proses pembagian makanan di Posyandu ILP Alamanda Pekon Kota Batu, Kecamatan Kotagung, Kabupaten Tanggamus, hanyalah satu dari sekian banyak kisah MBG di berbagai daerah. Namun di baliknya, memunculkan arti hubungan manusia yang dibangun atas dasar kepercayaan.

Para warga pun yakin, makanan yang mereka nikmati sesuai dengan janji pemerintah. Hangat, nikmat, bergizi, dan layak konsumsi. Di tangan para kader posyandu, Program MBG menjadi benar-benar bermanfaat. (Erlando/Budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *