LAMPUNG, PAMUNGKASINDONESIA.ID – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau kesiapan operasional Bandara Radin Inten II setelah kembali ditetapkan sebagai bandara internasional, Kamis (8/1/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan bandara mampu memberikan pelayanan terbaik bagi rute penerbangan internasional dari dan menuju Lampung.
Gubernur Mirza menegaskan bahwa pengembalian status internasional Bandara Radin Inten II merupakan langkah penting dalam meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Status internasional ini menjadi peluang besar untuk mempercepat mobilitas masyarakat Lampung dan memperkuat ekonomi daerah,” ujar Mirza.
Menurut Gubernur, kebutuhan penerbangan internasional di Lampung cukup tinggi. Setiap tahun, terdapat sekitar 23 ribu jamaah umrah dan lebih dari 7 ribu jamaah haji yang membutuhkan akses penerbangan langsung. Selain itu, Lampung juga menjadi daerah pengirim tenaga kerja ke luar negeri, sehingga membuka potensi trafik internasional yang signifikan.
Di sektor pariwisata, jumlah wisatawan yang datang ke Lampung sepanjang 2025 diperkirakan mencapai 22–23 juta orang. Potensi ini dinilai akan semakin besar jika konektivitas internasional di Bandara Radin Inten II terus ditingkatkan.
Gubernur Mirza mengapresiasi rencana Hainan Airlines membuka rute internasional dari Lampung. Kehadiran maskapai tersebut dinilai dapat memperkuat posisi Bandara Radin Inten II sebagai gerbang penerbangan internasional.
Ia juga menyebut kerja sama sister province Lampung–Shandong membuka peluang investasi baru, termasuk dari perusahaan-perusahaan China yang berencana masuk ke Lampung.
“Kami optimis semakin banyak investasi dari China yang akan masuk. Ini menjadi nilai tambah bagi perekonomian Lampung,” ujar Mirza.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur meninjau kesiapan fasilitas utama, termasuk Customs, Immigration, and Quarantine (CIQ), terminal internasional, dan berbagai sarana pendukung lainnya. Pemerintah Provinsi Lampung memastikan seluruh layanan memenuhi standar untuk mendukung operasional penerbangan internasional.
Bandara Radin Inten II diharapkan menjadi pusat mobilitas baru yang dapat meningkatkan konektivitas, memperkuat pariwisata, dan mendorong investasi masuk ke Lampung. (*)
















