Pasca Viral Di Medsos, Dinas PUPR Tanggamus Akan Perbaiki Jembatan Gantung Tampang Muda Yang Rusak

Riswanda Kepala Dinas PUPR Tanggamus serta kondisi jembatan gantung di Pekon Tampang Muda Kecamatan Pematangsawa Tanggamus. (Foto : istimewa)

LAMPUNG, PAMUNGKASINDONESIA.ID – Jembatan gantung di Pekon (Desa) Tampang Muda, Kecamatan Pematangsawa, Kabupaten Tanggamus, rusak parah dan kini tak bisa digunakan lagi. Infrastruktur vital yang selama ini menjadi urat nadi transportasi warga itu ambruk, memutus akses utama pelajar SMPN 2 Pematangsawa, SMAN 1 Pematangsawa, serta ribuan warga yang mayoritas petani dan pekebun.

Video viral di media sosial memperlihatkan pelajar SMPN 2 di Kecamatan Pematangsawa, Kabupaten Tanggamus, nekat meniti jembatan gantung yang rusak parah. Besi patah, papan hilang, dan tali pengikat kendor membuat setiap langkah menjadi taruhan nyawa.

Kerusakan jembatan gantung yang dibangun tahun 2011 ini memaksa masyarakat menempuh jalur memutar yang jauh dan berisiko. Sebagian terpaksa menyeberangi sungai atau menyusuri pesisir pantai dengan ancaman licin, derasnya arus, dan basah kuyup di tengah hujan.

Kondisi ini membuat pelajar kesulitan berangkat sekolah, sementara petani kewalahan mengangkut hasil panen dari ladang.

Menurut data resmi yang berhasil di himpun Tim Media Group Trans Berita Sarana (Trabas.co & Pamungkas Indonesia.id), SMPN 2 Pematangsawa memiliki 207 siswa (102 laki-laki dan 105 perempuan), sementara SMAN 1 Pematangsawa tercatat memiliki 127 siswa pada tahun 2017. Jumlah total lebih dari 330 pelajar inilah yang setiap hari menggantungkan harapan pada keberadaan jembatan gantung Tampang Muda agar bisa menempuh pendidikan dengan layak.

Jembatan gantung Tampang Muda adalah jalur penting yang menghubungkan Pekon Tampang Muda, Tampang Tua, Martanda, Kaurgading, Tirom, Way Asahan hingga Karang Brak. Sejak tidak bisa digunakan, warga kehilangan akses cepat menuju sekolah, hingga fasilitas kesehatan.

Daerah ini termasuk dalam kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Kabupaten Tanggamus. Kondisi geografisnya membuat akses darat sangat terbatas, sehingga warga hanya bisa menempuh perjalanan lewat jalur laut sekitar lima jam untuk sampai ke Kotaagung yang merupakan pusat ekonomi daerah.

BACA JUGA:  Adi Gunawan Menghadiri Puncak HUT PGRI Ke-79 dan HGN Tahun 2024 Kecamatan Talang Padang

Di Kotaagung, masyarakat biasanya menjual hasil bumi seperti kakao, kopi, kelapa, gabah, durian, duku, petai, jengkol, serta hasil laut seperti ikan segar. Dengan terputusnya akses jembatan, beban warga semakin berat karena distribusi hasil bumi dan tangkapan laut menjadi terhambat.

Salah satu warga masyarakat Pekon Tampang Muda Akhyar (65), saat di konfirmasi mengatakan jika jembatan tersebut sudah lama rusak. Setiap hari mereka harus memutar jauh atau menyeberangi sungai jika ingin melintas. Bahkan anak-anak sekolah nekat menaiki jembatan tersebut supaya cepat sampai di sekolahan.

“Jembatan ini nyawa kami, penghubung untuk sekolah dan membawa hasil pertanian. Kami berharap pemerintah segera membangunnya kembali,” ujarnya pada kamis (28/8/2025).

Kepala Dinas PUPR Tanggamus Riswanda, menanggapi atas viralnya salah satu infrastruktur tersebut, ia menyebut pihaknya sudah meninjau lokasi melalui jalur laut karena akses darat sulit.

“Kami sedang mengukur ulang kerusakan dan menyiapkan rencana jembatan sementara,” katanya saat di konfirmasi pada kamis (28/8/2025).

Menurut Riswanda, langkah-langkah penanganan jembatan sedang dilakukan secara bertahap, termasuk pengukuran ulang untuk memastikan kerusakan.

Bupati Tanggamus melalui tenaga ahli juga tengah menelusuri skema pendanaan untuk membangun jembatan sementara.

“Kami berharap pendanaan bisa bersumber dari CSR perusahaan. Tujuannya agar segera ada jembatan sementara yang layak dilintasi,” tambahnya.

Rencana jembatan sementara sedang dalam proses pengajuan CSR, sementara pembangunan jembatan permanen kemungkinan akan dialokasikan pada 2026 nanti.

“Proses ini akan segera direalisasikan. Sifatnya sementara dulu, demi keselamatan warga, khususnya pelajar,” tandasnya. (Jef/imo/yhs/bdh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *