Soal Pencabutan AC di Sekolah, Ini Penjelasan Kadisdikbud Lampung ?

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Americo. (Foto : istimewa)

Lampung,pamungkasindonesia.id — Kebijakan Gubernur Lampung yang menggratiskan biaya komite sekolah rupanya menimbulkan efek domino di sejumlah satuan pendidikan. Salah satunya, sebuah sekolah di Kota Bandar Lampung dikabarkan mencabut fasilitas pendingin ruangan (AC) dari seluruh ruang kelas.

Informasi ini disampaikan oleh salah satu wali murid kepada Trabas.co. Ia menyebut bahwa sejak penghapusan biaya komite, pihak sekolah mulai mengurangi sejumlah fasilitas, termasuk mencopot AC yang sebelumnya tersedia di setiap kelas.

“Dulu anak kami belajar nyaman karena ada AC di setiap ruangan. Sekarang semua dicabut, alasan sekolah karena tidak ada lagi dana dari komite,” ujar wali murid yang enggan disebutkan namanya, Rabu (30/7/2025).

Ia menambahkan bahwa kondisi ruang kelas yang pengap tanpa pendingin ruangan dapat mengganggu konsentrasi belajar siswa, terutama saat cuaca panas. Ia berharap pemerintah tidak hanya mengeluarkan kebijakan populis, tetapi juga menjamin kualitas pembelajaran tetap terjaga.

“Kalau gratis tapi fasilitas hilang, kasihan anak-anak juga. Harus ada solusi, jangan sampai kualitas pendidikan menurun,” katanya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah tidak mencabut AC, melainkan hanya mematikannya sementara saat proses belajar-mengajar berlangsung.

“Itu bukan dicabut, hanya dimatikan saat jam belajar mengajar. Tujuannya untuk menghemat biaya listrik,” jelas Thomas saat dikonfirmasi, Kamis (31/7/2025).

Menurutnya, sebelum adanya penghapusan iuran komite, dana tersebut digunakan untuk membantu pembiayaan operasional sekolah, termasuk kebutuhan listrik. Saat ini, pihaknya tengah melakukan pengkajian ulang untuk menganggarkan biaya listrik sekolah pada tahun anggaran mendatang.

“Insyaallah akan kita anggarkan tahun depan. Saat ini masih kita kaji berapa kebutuhan sekolah untuk pembiayaan kelistrikan tersebut,” pungkas Thomas.

BACA JUGA:  Saat Meninjau harga Bahan Pokok, Pedagang Pasar Natar Antusias Sambut Kedatangan Gubernur Lampung

Pemerintah diharapkan dapat segera mengambil langkah strategis agar fasilitas penunjang pendidikan tetap optimal meski tanpa dukungan dana komite. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *