LAMPUNG, PAMUNGKASINDONESIA.ID – Terkait beredarnya video yang menguras emosi tenaga honorer kabupaten tanggamus saat Komisi III DPRD Tanggamus melakukan kunjungan kerja ke Kantor BKPSDM Provinsi lampung pada kamis (15/5/2025).
Hal ini langsung diklarifikasi oleh Irsi Jaya Anggota Komisi III DPRD Tanggamus, ia mengatakan tidak bermaksud untuk menyudutkan kaum honorer Tanggamus.
Menurutnya, tujuan diadakannya kunjungan kerja tersebut supaya Komisi III, dapat lebih baik dalam menjalankan fungsinya dalam peran pengawasan.
”Kami ke BKPSDM Lampung, kunjungan kerja. Untuk belajar kepada mereka terkait pengawasan kinerja pegawai ASN dan honorer. Supaya kinerja pegawai Pemkab Tanggamus, dapat lebih baik kedepan,” katanya kepada media pamungkasindonesia.id (grup media trans berita sarana) saat di konfirmasi pada jum’at (16/5/2025).
Diterangkan Irsi, dalam kunjungan kerja itu, anggota komisi III meminta pembelajaran dari BKPSDM Lampung, mengenai tata cara menangani pegawai ASN dan honorer yang malas ngantor. Disana, pihaknya banyak mendapat masukan terkait penanganan dalam mengatasi persoalan tersebut.
”Selama ini kan banyak tuh, namanya tercatat sebagai pegawai honorer tapi jarang masuk kantor. Maka, kami bertanya kepada BKPSDM, bagaimana tindakan yang harus dilakukan dalam penanganannya,” ujarnya.
”Jadi, tidak ada kalau kami mau menghapus honorer, ataupun memojokkan dan sebagainya kepada honorer. Kami hanya ingin agar pegawai pemkab lebih disiplin,” tambahnya.
Irsi menegaskan, DPRD Tanggamus berkomitmen untuk mendukung penuh Pemkab Tanggamus, dalam upaya memperbaiki kedisiplinan pegawai. Hal tersebut selaras dengan visi Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi, yaitu Budaya Kerja Jalan Lurus.
”Pada intinya, DPRD satu komitmen dengan pemkab, untuk memperbaiki segala aspek termasuk mendisiplinkan ASN. Gaji yang dikeluarkan oleh pemkab, harus tepat sasaran,” ungkapnya.
Irsi mengatakan, bakal terus mendukung perjuangan para honorer. Menurutnya, justru kegiatan yang dilakukan pihaknya kali ini merupakan bentuk nyata dukungan kepada tenaga honorer.
”Coba bayangkan, ada oknum mendaftar jadi tenaga honorer tapi tidak disiplin. Sudah nerima gaji tapi tidak masuk kerja. Kan, gak bagus. Kasian sama pegawai yang sudah capek-capek dan betul-betul rajin aktif bekerja. Dan, justru kunjungan kerja kami ini untuk membela para pegawai honorer yang rajin itu. Supaya mereka dapat rasa keadilan,” pungkasnya. (Jef/imo/yhs/bdh)
















