LAMPUNG, Pamungkasindonesia.id — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menegaskan agar kejadian dugaan keracunan makanan yang menimpa siswa SMAN 6 Bandar Lampung tidak terulang kembali.
Ia meminta pengawasan ketat terhadap penyedia makanan dari SPPG, agar menu yang disalurkan ke sekolah benar-benar higienis, sehat, dan memenuhi standar yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
“Ke depan kita berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi, baik di Bandar Lampung maupun di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung, mulai dari jenjang SMA, SMK hingga SD dan SMP,” tegas Thomas, Minggu (26/4/2026) saat dikonfirmasi.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Rabu, 23 April 2026. Namun, gejala seperti mual dan muntah baru dirasakan oleh sejumlah siswa pada Jumat, 24 April 2026, berdasarkan informasi yang dihimpun.
Thomas juga mengungkapkan bahwa pihak penyedia makanan, yakni SPPG, telah mendapatkan teguran sebagai langkah awal evaluasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan adanya perbaikan dalam proses penyediaan makanan ke depan.
Meski demikian, kondisi para siswa dilaporkan sudah membaik. Tidak ada korban yang harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
“Alhamdulillah kondisi anak-anak sudah membaik dan tidak sampai dirawat di rumah sakit. Namun evaluasi tetap harus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berkomitmen untuk memperketat pengawasan distribusi makanan di lingkungan sekolah, guna menjamin keselamatan dan kesehatan peserta didik. (*)
















