Bali  

Munas VII APHTN-HAN Resmi Dibuka, Gubernur Bali Harap Munas Sukses dan Kontributif

Prof. Rudy, LL.M., LL.D. (tengah), Dr. Rifandi Ritonga, S.H., M.H. (kanan), Dr. Topan Indra Karsa, H., M.H. (kiri). Foto ist

Bali, pamungkasindonesia.id- Musyawarah Nasional (Munas) ke-VII Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) resmi dibuka oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster, pada Jumat (25/4/2025) malam.

Dalam Munas tersebut turut hadir Prof. Rudy, LL.M., LL.D. (Ketua), Dr. Rifandi Ritonga, S.H., M.H. (Sekretaris Umum), Dr. Topan Indra Karsa, H., M.H. (Wakil Ketua)

Dalam sambutan, Gubernur Bali, I Wayan Koster politisi PDI Perjuangan tersebut berharap Munas dapat berjalan lancar hingga memilih pemimpin baru APHTN-HAN sesuai aspirasi anggota.

“Munas dibuka, semoga munasnya sukses,” ujar Koster saat membuka acara.

Koster menyampaikan bahwa dirinya merasa memiliki keterikatan dengan para peserta Munas, mengingat latar belakangnya sebagai dosen. Ia menceritakan, sebelum terjun ke dunia politik, dirinya pernah mengajar mata kuliah Kalkulus I hingga IV. Sementara itu, para peserta Munas adalah para pengajar di bidang Hukum Tata Negara (HTN) dan Hukum Administrasi Negara (HAN).

“Namun jalan hidup membawa saya menjadi anggota DPR hingga kini menjabat Gubernur Bali,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Koster juga berharap para anggota APHTN-HAN dapat membantu pemerintah daerah dalam mengkaji sistem bagi hasil pendapatan daerah. Ia mencontohkan, Pemerintah Provinsi Bali mendorong agar ke depan sumber bagi hasil tidak hanya bertumpu pada Sumber Daya Alam (SDA) seperti pertambangan, minyak, dan gas, sebagaimana diatur dalam UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah maupun UU No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Menurutnya, sektor pariwisata harus mulai menjadi sumber utama bagi hasil untuk daerah.

Sementara itu, Hakim Konstitusi Prof. M. Guntur Hamzah dalam sambutannya berharap Munas ini mampu memperkuat peran APHTN-HAN sebagai organisasi keilmuan yang inklusif dan kontributif.

BACA JUGA:  Oknum Polisi Terlibat Perdagangan Orang Di Bali, Modus Janjikan Jadi ABK Bergaji Besar

“Organisasi ini sifatnya inklusif, bukan eksklusif untuk orang-orang tertentu. Ini milik kita semua,” tegas Guntur, yang disambut tepuk tangan meriah peserta.

Ia juga mendorong agar Munas menjadi ajang untuk memperkuat jejaring akademik di antara para pengajar. Guntur menegaskan, APHTN-HAN harus terus menjadi center of excellence dalam bidang HTN dan HAN, dengan salah satunya menyediakan buku ajar yang dapat diunduh secara gratis, sehingga seluruh pengajar dari Aceh hingga Merauke dapat menggunakan materi yang seragam.

“Siapa pun nanti yang terpilih sebagai Ketua Umum, saya berharap komitmen ini terus dijaga,” imbuhnya.

Sekretaris Jenderal APHTN-HAN, Prof. Bayu Dwi Anggono, dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh pengurus daerah dari 37 provinsi hadir dalam Munas kali ini. Ia menekankan bahwa selama empat tahun terakhir, kebersamaan selalu menjadi warna utama dalam berbagai kegiatan APHTN-HAN, mulai dari penguatan kapasitas pendidikan hingga kontribusi dalam kehidupan ketatanegaraan.

“Para anggota kita banyak yang berkontribusi sebagai ahli di Mahkamah Konstitusi, baik sebagai ahli pemohon, termohon, maupun pihak terkait,” kata Bayu. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *